Paroki SMBK Matangkan Persiapan Pesparani Katolik I Sulteng, Kontingen Banggai Ikuti Seluruh Cabang Festival

oleh | Sep 11, 2026 | 1 Komentar

LUWUK — Paroki Santa Maria Bintang Kejora (SMBK) Luwuk terus mematangkan persiapan untuk ambil bagian dalam Pesparani Katolik I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, yang akan berlangsung di Kota Palu pada 1–4 Oktober 2026.

Paroki SMBK menjadi salah satu dari tiga paroki di Kabupaten Banggai yang memperkuat kontingen Kabupaten Banggai dalam ajang yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tersebut. Selain SMBK, kontingen Banggai juga diperkuat oleh Paroki Kristus Raja Sulubombong dan Paroki St PaulusToili.

Pesparani Katolik I Provinsi Sulawesi Tengah mengusung tema “Merawat Persaudaraan untuk Gereja dan Bangsa”, dengan subtema “Berjalan Bersama – Padukan Suara – Wartakan Kasih, Menuju Keuskupan Baru di Sulawesi Tengah.” Kegiatan ini akan mempertemukan kontingen dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

SMBK Turunkan Peserta di Empat Kategori

Untuk kontingen Kabupaten Banggai, sebanyak 68 peserta akan mengikuti berbagai kategori festival, di luar peninjau. Menariknya, kontingen Banggai mengambil bagian dalam seluruh sembilan kategori festival yang dilombakan.

Dari tiga paroki yang terlibat, Paroki SMBK mengutus peserta untuk beberapa kategori, yakni:

  • Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) gabungan Luwuk Kota dan Banpres sebanyak 21 orang;
  • Cerdas Cermat Rohani (CCR) Anak sebanyak 3 orang;
  • Menyanyikan Mazmur Anak sebanyak 1 orang;
  • Bertutur Kitab Suci sebanyak 1 orang.

Sementara itu, Paroki Kristus Raja Sulubombong mengutus 23 peserta PSOMK, satu peserta Mazmur OMK dan tiga peserta CCR Remaja. Adapun Paroki Toili mengutus tujuh peserta PSDC, satu peserta Mazmur Dewasa dan satu peserta Mazmur Remaja.

Pembagian peserta tersebut sekaligus menunjukkan keterlibatan tiga paroki di Kabupaten Banggai dalam membangun satu kontingen bersama.

Latihan Mulai Dimatangkan

Menghadapi pelaksanaan Pesparani yang semakin dekat, Paroki SMBK mulai memusatkan perhatian pada pemantapan peserta melalui latihan rutin.

Sejumlah persiapan yang dilakukan meliputi latihan Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), latihan Mazmur Anak dan Remaja, serta latihan Bertutur Kitab Suci.

Latihan tidak hanya diarahkan pada aspek teknis penampilan, tetapi juga pada penghayatan iman. Hal ini sejalan dengan arah Pesparani Provinsi Sulawesi Tengah yang menekankan Musica Sacra, yakni musik yang tidak berhenti pada aspek estetika, tetapi juga memperhatikan nilai spiritual iman Katolik dan penghayatan liturgi.

Dalam kategori paduan suara, misalnya, penilaian mencakup empat aspek utama dengan bobot yang sama, yaitu intonasi, kualitas suara, kejelasan diksi/bahasa dan irama, serta penjiwaan.

Sementara untuk Mazmur, peserta dinilai berdasarkan intonasi, produksi dan kualitas vokal, kejelasan diksi serta resitatif, dan penjiwaan sebagai pewarta Sabda.

Berangkat 29 September

Kontingen Kabupaten Banggai dijadwalkan berangkat menuju Palu pada 29 September 2026, dua hari sebelum rangkaian resmi Pesparani dimulai.

Ketua LP3KD Kabupaten Banggai, Elisabeth Mandagi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapan agar seluruh proses persiapan dapat berjalan dengan baik dan seluruh peserta, pelatih maupun pengurus mendapatkan penyertaan Tuhan.

“Semoga Tuhan menuntun dan menjaga serta memberkati semua upaya para pelatih dan peserta dan pengurus, juga para pastor yang berkenan memberi kesempatan serta dukungan, arahan agar bisa kita jalani kegiatan Pesparani ini dengan baik dan lancar,” demikian harapan Elisabeth.

Dalam kepanitiaan kontingen, sejumlah penanggung jawab/offisial juga telah ditetapkan untuk masing-masing bidang. Bpk. Suhardy bertanggung jawab untuk PSDC, Bpk. Frangko Daempal untuk PSOMK, Sr. Florensia DSY untuk kategori Mazmur, Bpk. Nofri Dianomo untuk Cerdas Cermat Rohani, serta Ibu Dessy Popule untuk Bertutur Kitab Suci. Sementara bidang Devile dan Maria Hidup ditangani oleh Bpk. Anselmus Sanapang dan Bob Making.

Bukan Sekadar Mengejar Prestasi

Pesparani Katolik I Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi dirancang bukan semata-mata sebagai ajang untuk saling mengalahkan. Dokumen penyelenggaraan menekankan bahwa Pesparani merupakan kesempatan untuk berpesta bersama, mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat misioner, serta membangun kecintaan terhadap Kitab Suci dan liturgi.

Karena itu, keberangkatan kontingen Banggai ke Palu membawa makna yang lebih luas daripada sekadar target medali. Para peserta dari SMBK, Sulubombong dan Toili akan membawa nama Kabupaten Banggai sekaligus menjadi bagian dari perjumpaan umat Katolik dari seluruh Sulawesi Tengah.

Rangkaian Pesparani sendiri akan diawali dengan pembukaan pada 1 Oktober, dilanjutkan festival Bertutur Kitab Suci, Cerdas Cermat Rohani dan Menyanyikan Mazmur pada 2 Oktober, festival paduan suara pada 3 Oktober, serta Misa Penutupan dan pengumuman pada 4 Oktober 2026.

Dengan waktu persiapan yang semakin singkat, latihan rutin menjadi bagian penting dari perjalanan kontingen Banggai menuju Palu.

Dari Luwuk, suara-suara itu sedang dipersiapkan. Bukan hanya untuk bernyanyi, tetapi untuk berjalan bersama, memadukan suara dan mewartakan kasih.

1 Komentar

  1. Ansel

    Gasfull, semangat bersama pasti kita bisa. Banggai gacor

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September
2026
S
S
R
K
J
S
M
Pilih tanggal untuk melihat jadwal pelayanan.
Buku Panduan

Bulan Kitab Suci Nasional 2026

Unduh buku panduan BKSN 2026 untuk digunakan bersama umat.
DOWNLOAD BUKU
Share This